Selasa, 12 April 2011

Hari Kewirausahaan Nasional



Senin, 14/03/2011 - 21:55
BANDUNG, (PRLM).- Dalam rangka mendorong agar pemerintah memberi perhatian lebih kepada dunia usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, maka HIPMI merasa perlu menciptakan momen, salah satunya dengan mencanangkan adanya Hari Kewirausahaan Nasional (HKwN). "Dan HIPMI pusat beserta daerah, sepakat bahwa tanggal 16 Juni sebagai HKwN. Sebenarnya itu merupakan rangkaian HUT HIPMI yang jatuh pada tanggal 10 Juni mendatang. Nah, 16 Juni itu disepakati sebagai Hari Kewirausahaan Nasional yang penetapannya akan dilangsungkan di Bandung dan dilakukan langsung Pesiden SBY," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jabar, Dede Sumitro kepada wartawan, di Kota Bandung, Senin (14/3) siang.
Untuk mendukung acara tersebut, HIPMI Jabar selaku panitia pelaksana, meminta dukungan kepada Gubernur Jabar. "Dan Alhamdulilah, Pak Gubernur sangat support dengan acara itu nanti. Dan tentunya beliau sangat mendukung perkembangan dunia usaha di Jabar. Kami berharap, Hari Kewirausahaan Nasional menjadi starting point bagi stakeholders seperti pemerintah dan bank, dalam mendukung dunia usaha. Para stakeholders harus mendorong tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru dan mendukung pengusaha yang sudah ada menjadi lebih maju dan lebih besar," ucap Dede.
Dede menambahkan, saat ini di Jabar, hanya 0,18 persen dari warganya yang tercatat sebagai pengusaha. Sebagian dari para pengusaha yang jumlahnya mencapai 2.000 orang, kini tercatat sebagai anggota HIPMI Jabar. "Sembilan puluh persen adalah pengusaha dengan skala UKM, dan sepuluh persennya adalah usaha besar," katanya.
Sementara itu, Ketua II HIPMI Jabar Yedi Karyadi mengatakan, melalui acara tersebut, bisa memunculkan pengusaha-pengusaha muda baru di Jabar. Dengan makin banyaknya pengusaha, secara tidak langsung akan membantu program pemerintah. "Seperti menyediakan lapangan kerja juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, jika ada pengusaha baru, berarti menyerap tenaga kerja baru. Saat ini saja, dengan adanya 2.000 pengusaha, sedikitnya ada penyerapan sekitar 40 ribu orang. Itu jika dipukul rata bahwa 1 pengusaha menyerap 20 tenaga kerja. Padahal di lapangan kan ada yang 1 pengusaha bisa mencapai 100 tenaga kerja," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekum HIPMI Jabar Agus Imam mengatakan, sebelum HKwN digelar, HIPMI akan mengadakan Rakerda HIPMI Jabar. Dalam acara itu ada juga forum bisnis yang memperkenankan para pengusaha memasarkan produknya. "Nanti juga diundang HIPMI Perguruan Tinggi yaitu para pengusaha dari kalangan mahasiswa. Dan Jabar merupakan percontohan nasional soal HIPMI PT. Kami ingin mengubah mindset para mahasiswa agar bisa menjadi pengusaha. Jadi ketika lulus nanti, mereka membuka lapangan pekerjaan baru, bukan mencari pekerjaan. Itulah yang semestinya dilakukan seorang sarjana," katanya. (A-128/das)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar