"Nabi mengendarai unta, berkaki empat. Bukan burung unta, berkaki dua. Kita mestinyĆ mengendarai mobil, roda empat. Bukan motor, roda dua"
Jumat, 09 Maret 2012
I'm Arief Juliyaman
Arief Juliyaman, lahir di Jember 8 Juli 1991. Dia lahir di kampung halaman ayah saya Jember Jawa Timur. Dilahirkan oleh seorang ibu yang cantik dan baik hati Sofia Toriani. Ayah saya Dodi Sudarman yang ganteng dan baik hati. Arief anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertama seorang lelaki berparas tampan dan pekerja keras Saiful Toriyaman namanya. Adik berparas cantik dan baik hati seperti ibunya Nurima Trianita namanya. Arief dilahirkan Alhamdulillah dalam keluarga muslim yang lumayan taat dalam beribadah.
Keluarga muslim kecil yang terdiri dari sepasang orang tua ayah ibu yang memiliki putra putri tiga ini harmonis. Ayah arief bekerja sebagai seorang anggota POLRI. Sedangkan ibu arief bekerja sebagai PNS. Sejak kecil arief dididik menjadi anak yang disiplin, sholeh, baik hati, berani memimpin, dan berani bercita-cita. Kedua orang tua saja mengajarkan tentang arti kita hidup di dunia, arti keluarga, tentang arti pengorbanan, saling memberi, pastinya tentang tugas kita sebagai muslim yaitu beribadah melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala laranga-Nya Allah SWT.
Arief dididik dengan penuh kasih sayang, diberi kebebasan sepenuh hati. Ingin menjadi apa kelak dewasa nanti dengan dibimbing orang tuanya pastinya. Sehingga dari kecil arief memiliki kemampuan berbicara cukup baik, memimpin, bernegosiasi dengan baik. Ketika arief berusia 4 tahun, saya membantu berjualan ikan segar milik om nya. Jualan ikan segar keliling-keliling perkampungan tempat tinggalnya dulu. Kesekolah suka jualan es kacang ijo, jualan mainan, jualan petasan, jualan jambu, jualan barang rongsokan, dll. Berjualan tidak membuat dia malu, malah sebaliknya dia senang dengan melakukan hal tersebut.
Alhamdulillah selain saya senang berdagang, saya juga memiliki keinginan belajar yang cukup baik. Ketika SD, SMP, & SMA Alhamdulillah sering mendapat ranking 10 besar. SD saya masih sering jualan. Ketika SMP cita-citanya berubah, saya ingin menjadi atlet bola basket. Dari SMP-SMA saya mengikuti tournament-tournament bola basket antar sekolah. Suatu saat saya berfikir sepertinya lebih enak jika bekerja di perbankan syariah. Karena saat itu sedang ramai-ramainya perbangkan syariah. Cita-cita menjadi pegawai dibank pun dia kejar. Dia belajar dengan baik dan bercita-cita melanjutkan kuliah ke jurusan manajemen untuk mendukung cita-citanya tersebut.
Ketika akhir SMA saya mengikuti bisnis MLM (Multy Level Marketing) DFI, sebelumnya saya juga suka diajak orang tua untuk bejualan produk MLM-MLM lainnya. Dari produk obat, baju, sepatu, suplemen, dll. Itu sedikitnya berpengaruh terhadap impiannya yang masih bingun mau jadi pegawai atau pedagang, atau dua-duanya.
Agustus 2009 arief diterima di jurusan manajemen UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Alhamdulillah salah satu cita-citanya terkabul. Saya sekarang belajar mengenai manajemen yang harapanya dapat bermanfaat untuk menunjang cita-cita menjadi pegawai diperbankan syariah. Cita-cita saya sebagai pegawai atau menjadi pemimpin sebuah bank didukung dengan cukup banyaknya lulusan alumni yang menjadi pemimpin dibank-bank di Indonesia.
Semester satupun dimulai. Arief dan teman-teman dekat melihat sebuah masalah, yaitu masalah sulitnya mendapat buku yang direkomendasikan dosen untuk menunjang matakuliah. Dimana ada masalah disitu ada peluang bisnis dan ada transaksi uang. Akhirnya saya bersama teman asli bandung berjualan buku mata kuliah untuk anak-anak. Singkat cerita saya bersama teman asli bandung mengkoordinir anak-anak yang mau membeli buku pelajaran, dan saya pun mengambil sedikit laba dari situ. Dan Alhamdulillah hasilnya cukup banyak untuk anak kost yang merantau untuk mencari ilmu.
Menjual buku memang hal yang simple, tapi itu menghasilkan laba bersih luyaman banyak. Pekerjaan ini pun menjadi rutinitas setiap awal semester baru sampai semester 3. Cita-cita arief masih ingin menjadi pimpinan sebuah bank syariah. Saya senang memotivasi, berbagi pengetahuan, membangun karakter, membuat orang bersemangat bekerja, memberi manfaat untuk pegawai, menjadi pemimpin yang harus mengambil keputusan, menyelenggarakan kegiatan, kegiatan event dll.
Muncul lagi permasalahan dari anak-anak baru kuliah, mereka memiliki laptop-laptop baru tapi kurang dirawat dengan peralatan-peralatan untuk merawat laptop. Muncullah ide bisnis yaitu berjualan aksesoris laptop. Arief bersama keempatan temannya berjualan aksesoris laptop. Kami mencari supplier yang murah hingga mendapatkannya dan menjualnya ke anak-anak kelas dan lainya dengan harga bersaing dengan took-toko. Bisnis itu diberi nama Four Light, didirikan oleh arief, aris, agin, & rifky. Bisnis berjalan dengan baik sampai suatu saat kita tidak focus dan menjalankan bisnis lainya.
YogurtQu bisnis barunya, saya bersama aris, haris dan rifky bekerjasama dengan nurul dkk, untuk bisnis dibidang kuliner. Kami memproduksi yogurt dan memasarkannya ke KUD, warung-warung, kantin-kantin di SMA & Universitas. Usaha ini lumayan berjalan dengan baik, tapi karena saya aktif di HIPMI PT UPI, jadi sedikit terbagi focus antara usaha dan bisnis. Jadi bisnisnya tidak begitu berkembang. Dan akhirnya ada sedikit masalah dengan tim produksi, yang mengharuskan saya mengundurkan diri dari yogurtQu. Jadi semnejak itu saya dan haris & rifky berhenti. Kamipun berbisnis masing-masing. Haris bisnis lele, rifky bisnis bebek, dan saya bisnis sepatu lukis. Tapi aris tetap berbisnis yogurtQu bersama nurul dkk.
Oneday Production adala nama perusahaan sepatu lukis, kaos lukis, tas lukis, pelatihan melukis. Inilah usaha baru saya dimulai dari bulan oktober 2010. Perusahaan ini semakin berkembang hingga sekarang saya masih berbisnis dibidang fashion lukis ini. Dan mudah-mudahan bisnis ini diridhoi dan menjadi sumur bagi pendapatan saya. Aamiin . Oneday productions terdiri dari Wandi Rustandi, Devi Fitrianidia, Nurul Hidayat dan Arief Juliyaman. Mudahmudah bisnis ini terus berkembang dan bermanfaat bagi banyak orang. Aamiin
Hanif Indonesia adalah harapan bagi saya untuk bermanfaat untuk negeri tercinta ini. Hanif adalah sebuat organisasi yang saya dan teman saya dirikan. Haris Rachman + Arief Juliyaman. Kami berdua mengumpulkan dana-dana dari pengusaha-pengusaha, pekerja-pekerja yang ingin bersedekah setiap harinya. Alhamdulillah kami sekarang telah +100 nasi bungkus perhari disebar di bandung untuk orang-orang yang kurang mampu, orang-orang yang setiap harinya masih berfikiran hari ini makan pake apa. Impian kita Hanif Indonesia social entrepreneur | solution for your social funds | 1.000.000 SEDEKAH NASI BUNGKUS PERHARI | 1.000.000 RUMAH BACA FREE |…
please follow us on twitter @onedaypro & @hanifindonesia @ariefjuly
Senin, 10 Oktober 2011
Rintis Wirausaha Sejak di Bangku Kuliah
http://berita.upi.edu/2011/09/28/rintis-wirausaha-sejak-di-bangku-kuliah/
Mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan di negeri ini yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa mendatang harus berperan aktif menjadi pelopor terbentuknya perekonomian nasional yang tangguh. Oleh karena itu sudah saatnya dilakukan perubahan paradigma berpikir di kalangan mahasiswa. Yaitu dari pola pikir sempit mencari kerja setelah lulus kuliah menjadi pencipta lapangan kerja yang berbasis pada penciptaan usaha kecil dan menengah, sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan wirausaha yang dirintis sejak dari bangku kuliah. Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu. Ada sebagian orang yang percaya bahwa kemampuan wirausaha adalah bakat yang dibawa sejak lahir. Pendapat ini keliru. Kemampuan wirausaha bukanlah karena faktor bakat, tetapi juga akan timbul dan terasah melalui pengalaman dan pelatihan kewirausahaan,” kata Arief Juliyaman, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia PT UPI peride 2011, di Bandung, Rabu (28/9/2011) saat menjelaskan rencana Festival Wirausaha 2011.
Festival Wirausaha yang akan dilaksanakan awal November hingga 23 November di Bandung ini dibagi dalam beberapa kegiatan di antaranya, Young Entrepreneur Competition 2011; Get Rich In Bandung 2011; Himpi Bandung Business Forum (HBBF).
Arief Juliyaman yang menjadi penanggung jawab Festival Wirausaha ini mengatakan, berkaitan dengan hal ini Unit Kegiatan Mahasiswa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Pendidikan Indonesia sebagai wadah kewirausahaan mahasiswa, memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan pelajar yang ingin membangun dan mengembangkan jiwa wirausahanya untuk mendapatkan kisah dan pengalaman langsung dari orang yang telah susah payah membangun usahanya dan bahkan mungkin pernah rugi hingga puluhan juta rupiah, sampai akhirnya mendapatkan kesuksesan.
Menurut dia, kegiatan yang diberi tema, “Dream High” ini menggelar Young Entrepreneur Competition 2011 (YEC), yaitu lomba wirausaha berupa kompetisi business plan yang harus diaktualisasikan melalui bazar yang telah disediakan. Bazar ini mengenai produk dari peserta di mana semua itu ditempatkan dalam stand yang telah disediakan oleh panitia pelaksana yang berlangsung selama tiga hari. Selanjutnya, peserta juga akan dinilai melalui presentasi business plan sehingga terpilih tiga tim terbaik. Pengumuman lomba ini akan diinformasikan pada kegiatan kedua.
Kegiatan kedua, kata Arief, adalah Get Rich In Bandung 2011. Jenis kegiatan ini adalah seminar se Jawa-Barat. Seminar ini membahas mengenai mindset bisnis dengan pemateri yang luar biasa dan andal di bidangnya; Karakter rahasia beberapa pelaku bisnis yang wajib ada pada seorang entrepreneur; Teori praktis dalam bisnis; Success story praktisi bisnis dan bagaimana membangun hubungan baik dengan bank sebagai penjamin pertama modal usaha. Materi dari seluruh kegiatan adalah motivasi dan pembentukan mindset entrepreneur. Seluruh rangkaian acara di kegiatan kedua ini berlangsung selama sehari.
Kegiatan ketiga adalah Himpi Bandung Business Forum (HBBF), di mana kegiatan ini disatukan dengan program kerja dari HIPMI BPC Bandung yakni Hipmi Bandung Business Forum atau HBBF, peserta yang berhak mengikuti acara ini adalah peserta yang berhasil lolos dalam kegiatan Young Entrepreneur Competition 2011 (YEC ), peserta tersebut mempresentasikan kembali bidang usahanya di depan para investor andal. Kegiatan ini berlangsung sehari.
Output yang diharapkan adalah peserta yang berhasil atau belum akan mampu membentuk mindset yang benar-benar kreatif, inovatif, dan berani menerima tantangan dan mampu mengembangkan pikiran dalam mengubah atau membangun kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia.
Kegiatan ini, kata Arief, bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan sumber daya masyarakat khususnya mahasiswa , mandiri dan professional; Memberi kerangka untuk lebih mengembangkan potensi ide dan pemikiran generasi muda agar lebih berkembang, bernilai dan berkualitas; Dan memberi pengetahuan dan motivasi yang lebih terhadap pengembangan calon entrepreneur yang kreatif dan inovatif.
Dijelaskan, Young Entrepreneur Competition 2011 diselenggarakan berupa Bazar yang dilaksanakan Selasa s.d. Kamis, 1-3 November 2011 di Pelataran Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM); Competition Business Plan dilaksanakan Sabtu 5 November 2011di Ruang 29 Lantai V FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia, Jln Dr. Setabudi no 229, Bandung; Get Rich In Bandung 2011 dilaksanakan Minggu, 13 November 2011 di Balai Pertemuan Umum Universitas Pendidikan Indonesia; Dan Himpi Bandung Business Forum (HBBF) dilaksanakan Jumat, 18 November 2011 di Hotel Cihampelas 2, Bandung . (WAS)
HIPMI PT UPI on koran PR Kampus
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=157046
buka buka album lama, teringat dengan acara new spirit new mindset n new character. acara ini seru banget banyak pelajaran yang bisa rif dapet, dari cara memimpin orang untuk mencapai tujuan bersama, cara meminta bantuan ke orang lain, cara memotivasi orang lain agar tetap semangat bekerjasama untuk tercapainya tujuan tersebut, cara menghargai apa yang telah dikerjakan orang lain, dan akhirnya acara yang penuh pelajaran dan sangat berkesan ini menghasilakan sebuah prestasi bagi saya pribadi sebagai ketua pelaksana acara seminar ini, umumnya bagi tementemen saya yang bekerjasama dalam keluarga besar HIPMI PT UPI.
hasilnya yaitu selain surplus 1 jutaan, kita juga diliput oleh koran PR (Pikiran Rakyat). Alhamdulillah, mudahmudahan HIPMI PT UPI semakin berkembang & dapat menjadi wadah bagi temen-temen yang berminat sharing bareng dengan calon entrepreneur2 Indonesia berikutnya. Hipmi PT UPI
Belajar dari Pengusaha "Beneran"
Punya senior yang bisa ngasih semangat wirausaha sih memang asyik, tetapi lebih asyik lagi bila si senior memang sudah menjadi pengusaha "beneran". Begitu kira-kira yang ada di benak para anggota ukm dengan bendera Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Hipmi PT) Universitas Pendidikan Indonesia ini, sebelum memutuskan bergabung.
Hipmi selama ini, memang telah dikenal masyarakat sebagai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang cukup sukses. Harapan ini tentunya berimbas pada ukm yang awalnya berupa student club ini. "Mereka tidak menjanjikan modal, tetapi kesempatan yang besar untuk mengakses para pengusaha yang sudah ‘jadi’," kata Zaki Mukhyidin Ketua Hipmi PT UPI periode 2010, saat ditemui di kampus UPI Bumi Siliwangi Bandung, akhir Agustus lalu. Pendapat ini diamini Fadli, anggota Hipmi PT UPI angkatan pertama. "Selain jaringan ke para pengusaha, materi kepelatihan diberikan langsung dari para pengusaha, yang memang sudah menjalankan usahanya sejak lama," ujar mahasiswa Pendidikan Biologi UPI ini.
Ukm yang berdiri sejak tiga tahun lalu ini awalnya merupakan pilot project dari Hipmi dalam menularkan `virus` enterpreneur, dengan membuka komunitas bisnis di sembilan perguruan tinggi di Jawa Barat. "Sayangnya, sebagian besar kini redup, AlhamdulillahUPI merupakan salah satu yang tersisa dan aktif," ujar Zaki.Virus yang ditularkan Hipmi di UPI terbukti cukup efektif. Dari awalnya komunitas yang hanya menerima anggota mahasiswa FPEB UPI kini Hipmi PT UPI telah menjadi ukm yang diakui rektorat UPI serta menerima puluhan anggota dari berbagai fakultas. Para kadernya pun aktif berbisnis di fakultas masing-masing."Ada yang membuat kaus angkatan, menjual makanan hingga ternak kelinci," kata Zaki.
Kendati masih mencari format pengaderan dan pendidikan yang efektif, Hipmi PT upi mempunyai dua tahap pengaderan. Mereka yang mempunyai minat bergabung, akan mengikuti proses pengaderan awal yang berisikan materi-materi motivasi. Pada tahap kader lanjutan, para calon pengusaha muda ini akan diberikan pengetahuan mengenai cara mendirikan badan usaha yang legal serta beberapa seluk beluk kewirausahaan dari para seniornya di Hipmi.
Di luar itu, menurut Zaki, terdapat forum diskusi di mana mereka saling membuka wawasan, berkenalan dengan para pengusaha juga tukar informasi peluang bisnis. "Beberapa anggota biasanya mempunyai passion ke usaha tertentu, nah kita biasanya cariin link ke pengusaha sejenis yang biasanya sangat welcome dan seakan menganggap kita adik," ujarnya. Tidak jarang mereka bertandang langsung ke lokasi usaha para pengusaha tadi. Pada company visit tersebut tentunya banyak sekali pengalaman yang diperoleh. "Terutama teman-teman mempunyai minat usaha yang sejenis dengan pengusaha tersebut," kata Zaki.
Zaki yang sejak bergabung dengan Hipmi PT berpindah studi dari Pendidikan Teknik Arsitektur ke Agroindustri ini mengaku, meskipun pelatihan wirausaha kerap diselenggarakan, mental wirauasaha tetap harus tumbuh dari anggota. "Tidak dimungkiri, masih banyak yang tetap bermental pegawai, setelah lulus masih berusaha mencari kerja di tempat orang," ujarnya. Oleh karena itu, virus wirausaha yang disebar oleh Hipmi PT UPI ini menurut Zaki, tidak hanya berupa pengetahuan,"Akan tetapi, lebih pentingnya kami coba rangkul mental para anggota untuk konsisten berwirausaha," ujar anak pelaku usaha agro di Kabupaten Bandung ini. ***
heykal sya`ban - kampus_pr@yahoo.com
Jumat, 26 Agustus 2011
Langganan:
Postingan (Atom)


